RSS

The Cruise – Phuket (day 3)

07 Apr

Terayun-ayun di laut lepas selama dua hari kemarin mulai membuat saya terbiasa. Ayunan angin malam itu saat perjalanan ke Phuket memang lebih terasa dari malammalam sebelumnya dan lebih terasa saat hendak tidur, apalagi saat arah angin yang melintas melintang arah kapal.

Dari peta perjalanan yang disiarkan di tv terlihat bahwa kapal ini sudah dekat dengan Phuket. Pagi itu saya tidak berminat untuk melihat matahari terbit. Setelah mandi dan berganti pakaian, saya segera menuju Mediterranian Buffet untuk makan pagi. Jam 6 pagi. Sarapan yang enak. Terlihat pulau-pulau dari kaca samping. Itukah Phuket? Beberapa boat kecil berwarna merah dan berbentuk seragam mendekat. Apakah mereka coast guard? Boat merah tersebut terlihat merapat. Apakah kapal ini dibajak seperti di film-film barat? Haha….

Pertanyaan saya segera terjawab. Ternyata kapal ini memang telah sampai ke Phuket!. Boat-boat merah tersebut adalah transportasi penumpang untuk ke dermaga Phuket. Ternyata lautnya cukup dangkal bagi kapal pesiar sebesar ini. Ada sekitar 4 – 5 boat merah dan 1 boat besar bertingkat 2 yang menjadi sarana penghubung antara The Cruise ke dermaga Phuket. Kebetulan grup saya mendapat tumpangan boat merah. Untuk 1 boat kira-kira cukup untuk menampung 30 penumpang. Karena bentuk yang cukup kecil, ayunan gelombang laut cukup terasa terutama saat boat dalam keadaan diam. Perjalanan dari The Cruise menuju dermaga kira-kira 10 s/d 15 menit.

Boat tiba di pantai dan tur guide mengumpulkan kelompoknya disana. O iya… bangku-bangku dipinggir pantai ini tidak gratis lho… ternyata pihak penyelenggara tur membayar ‘pemilik’ bangku ini agar para turis bisa beristirahat disini sementara menunggu yang belum datang dari The Cruise. Setelah beberapa saat saya dan kelompok diantar ke bus. Memang tidak sebagus bus di Penang. Tapi tetap full AC.πŸ˜€. Ternyata jumlah penumpang terbanyak dalam kelompok saya adalah dari Filipina. Ada sekitar 20 orang.

Tur guide Phuket ini berwajah asia. Bila saya bertemu di Indo pasti saya mengira dia adalah mbak-mbak dari Jawa. Cara bicaranya melambai. Tampak seperti aksen Thai pada umumnya. Ia menjelaskan Phuket secara keseluruhan namun saya segera terlupa apa yang dikatakannya. Haha… Pantai phuket seperti di Bali, Kuta. Namun menurut pendapat saya, Kuta masih lebih bagus, jauh lebih bagus. Toko-toko di pinggir jalan tertata rapi menjajakan oleh-oleh seperti gantungan kunci, tas, magnet kulkas ataupun kaos bertuliskan Thailand-Bangkok-Phuket dll.

Tujuan pertama adalah kompleks kuil/temple buddha Wat Chalong. Seiring dengan perjalanan kesana, saya melihat bahwa Phuket bukanlah kota yang modern. Untuk saya yang hanya punya beberapa jam mengunjungi Phuket, kota ini cenderung seperti kota di Jawa pada umumnya. Dikanan kiri terlihat bangunan rendah, rumah, toko. Jalanan yang cenderung hanya muat 2 mobil.

Tak berapa lama bus tiba di Wat Chalong. Banyak anjing di pelataran parkir. Sebaiknya jangan diganggu ataupun diinjak….. Diinjak?!!! Yah begitulah kata tur guidenya. Anjing-anjing ini cukup jinak karena terbiasa bertemu manusia. Ya sebaiknya jauh-jauh sajalah.

Kompleks Wat Chalong ini terdirii dari beberapa bangunan. Namun saya hanya melihat 1 bangunan saja karena keterbatasan waktu.Β  Bangunan utama. Terdiri dari 3 tingkat. Sepatu harus dilepas untuk memasuki bangunan. Didalamnya dapat ditemukan banyak sekali patung buddha pada tiap lantainya. Pada teras lantai 3 saya bisa melihat kesekeliling kompleks Wat Chalong. Sesekali terdengar bunyi petasan. Jika saya tidak salah, sang tur guide mengatakan bahwa petasan digunakan untuk mengusir roh jahat.

Dari Wat Chalong perjalanan diteruskan ke Island Safari -tempat utama dan terlama yang disinggahi di Phuket-, yang terkenal dengan atraksi gajahnya. Menunggangi gajah adalah atraksi utamanya. 1 gajah, 1 pawang, 2 penumpang. Seumur-umur rasanya baru pertama kali ini saya naik gajah. Goyang kiri, goyang kanan. Miring kiri, miring kanan. Begitulah saat si gajah melangkah. Memang agak aneh. Namun yang penting jangan panik. Terkadang si gajah akan meminta pisang yang bisa dibeli di pos-pos perhentian tertentu. Yah pokoknya seperti tempat dimana Andien shooting video clip Moving On lah..

Persinggahan berikutnya adalah di toko oleh-oleh Sri Burapha Orchid yang terkenal dengan kacang medenya. Ada berbagai macam rasa kacang mede disini. Dan yang terpenting ada sampel yang bisa dicoba dengan gratis.πŸ˜€

Dari toko oleh-oleh diteruskan ke tempat perhiasan Wang Talang. Cocok untuk orang yang berburu barang bling-bling. Disini juga dapat ditemukan berbagai kerajinan khas Phuket. Harganya? Jangan ditanya. Berkali-kali lipat dana saya untuk di Phuket…. passsss. O iya ada free drink disini.

Tak lama di Wang Talang, perjalanan lalu sampai ke tempat makan siang. Sayang saya tidak tahu nama tempatnya, yang pasti diseberang gedung bernama Central Festival. Tak ada bedanya dengan aula besar. Rasa makanannya? well…. saya tidak terbiasa dengan makanan thai. Dari sini kemudian diantar kembali ke pantai Phuket untuk kemudian kembali ke the Cruise Sempat berbelanja di toko samping pantai. Jangan ragu-ragu menawar. Jika tidak cocok tinggalkan saja, masih ada toko disebelah, namun harus selalu ingat waktu karena kapal hanya menunggu sampai sekitar jam 5 sore. Waktu disini kira-kira sama dengan waktu di Jakarta.

Saatnya kembali ke the Cruise. Bye Phuket.. someday i’ll be visiting again. Insyaallah. Tiba di cruise hari masih terang. Segera mandi dan berganti pakaian. Makan malam di Bella Vista. Tak perlu mengantri saat ini, karena saya sudah pesan tempat saat hari pertama. Ini makan malam bersama sang kapten. Ada atraksi spesial mendekati akhir acara. Kru-kru TC tiba-tiba datang berbaris membawakan kue dengan lilin. Saya masih terlalu sibuk dengan es krim saya. Melalui kru TC dari Indo saya diberitahu bahwa sebenarnya makanan yang dipesan boleh lebih dari 1 porsi…. Ternyata oh ternyata…. Andaikan tahu lebih awal. Hehe,,,,

Malam itu ada Rasputin show di The Lido. Acara yang berlatar belakang di Rusia mengenai seseorang yang mencintai keluarga kerajaan. Show ini diisi nyanyian dan tarian. Menarik. Selesai kira-kira menjelang jam 11 malam. Hari yang padat, hari yang melelahkan namun menyenangkan. Sudah saatnya beristirahat. Besok saatnya the Cruise kembali ke SIngapura,

 

 
5 Comments

Posted by on April 7, 2011 in jalan-jalan

 

Tags: , , , ,

5 responses to “The Cruise – Phuket (day 3)

  1. hourex150l

    April 11, 2011 at 16:19

    waaa, Mangtabs Maz Bro..xixixi kapan ni bisa ke thai..

     
  2. si oom as varioputiih

    April 18, 2011 at 22:20

    walah, ngider terus si oom:mrgreen:

    makanan khas thai apaan oom? kebetulan ditempat saya ada resto thai, ga brani coba. takut ga cocok :p

     
    • jakatimur

      April 19, 2011 at 08:36

      walaah apa ya bro. lupa namanya. pokoknya model kuah2 yang rasanya aneh. tom yam ya kalo gak salah. pokoknya aneh lah rasanya. kecut. pokoknya makanan indo paling mantap kalo soal rasaπŸ˜€

       
    • jakatimur

      April 19, 2011 at 19:51

      bisa aja. ini cuman jurnal waktu liburan kemaren doang.πŸ˜€

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: