RSS

The Cruise – Penang (day 2)

14 Mar

Hoaaeemm….. Saya terbangun sekitar waktu subuh. Jam berapa ini? Mungkin sekitar jam 4.00. Keinginan untuk melihat matahari terbit membuat saya segera menuju deck teratas. Deck 13. Star Deck. Udara dingin menyeruak kedalam saat pintu menuju Star Deck dibuka. Gelap. Tak terlihat matahari. Tak terlihat bulan. Laut hitam sejauh mata memandang. Angin kencang menerpa. Hanya terlihat beberapa kru TC yang bekerja membersihkan dan mengeringkan deck  dari hujan kemarin sore. Saya segera kembali ke kamar.

Saya menunggu kira-kira sampai jam 5.30 dikamar. Saat ini saya bersama-sama keluarga kembali deck 13. Masih sepi. Tak ada orang di koridor. Tiba di Star Deck langit mulai terang walaupun masih belum ada matahari. Agaknya cuaca agak mendung. Setelah beberapa saat matahari muncul namun tidak seperti yang saya perkirakan sebelumnya. Matahari muncul dari arah timur kira-kira 45 derajat dari kapal. Sudah diatas.

Hari ini saya dan keluarga sudah mendaftar untuk ikut tur ke Penang. Karena beberapa anggota keluarga sudah berumur, terutama si mama, tur yang diambil adalah wisata makanan dan belanja. Saya tidak ke Kek Lok Si Temple. Kuil dengan ribuan anak tangga. Tempat yang menurut saya menarik dan eksotis. Tidak apa-apa. Jika memang jodoh suatu saat saya akan kesini lagi. Insyaallah!

Sebelum itu saya sempat 2 kali makan dari 3 kali yang disediakan oleh kapal ini. Bahkan saya sempat bermain mini golf  di deck 13. Sport Deck. Pagi ini saya makan di Mediterranean Buffet.  Untunglah tanpa antrian. Restoran ini tidak seperti Bella Vista. Disini makanan diambil sendiri. Antrian makanan terdiri dari yang vegetarian dan non vegetarian. Dan inilah tempat makanan favorit saya walaupun tidak terkesan ekslusif. Cepat dan all you can eat. Saya menyadari ternyata ada orang Indonesia juga yang bekerja disini sebagai waiter saat keluarga saya berbicara pada mereka. Coba lihat tag di kemejanya. Tertulis : Indonesia dengan flag merah-putih. Wah serasa menemukan teman baru.😀

Saat makan siang, saya beserta keluarga kembali ke Bella Vista. Kali ini keluarga saya memilih Chinese Food sementara keluarga saya yang lain memilih Western Food. Tak seperti kemarin, tak perlu mengantri lama saat ini.😀. Great! Saya cukup kagum dengan kru TC, sehubungan dengan adanya sepupu saya yang berulang tahun hari itu. Ternyata pagi-pagi sudah diberikan kartu ucapan selamat. Makan siang ini juga mereka mengantarkan kue ulang tahun pada sepupu saya setelah makan siang selesai. Diantarkan ke meja makan diiringi alunan lagu happy birthday yang dimainkan pianis di tengah ruangan.

Beberapa saat setelah makan siang terdengar announcement bahwa kapal telah sampai di pelabuhan Penang. <Jangan lupa tukarkan uang dengan ringgit di counter. 1 ringgit kira-kira rp. 3000,-.> Pertama-tama penumpang dikumpulkan di deck 7, The Lido untuk kemudian dikelompokkan per paket tur. Yaak kapal telah merapat di dermaga Penang. Saya mengikuti rombongan, turun melalui tangga, deck 6 – deck 5…. apakah sampai turun deck 4? Saya tidak tahu karena saya tidak turun melalui lift dan juga karena terlalu excited untuk melihat-lihat Penang. Siapkan kartu pass karena akan digesek oleh kru TC. Saat di dermaga ini akhirnya saya berkesempatan memoto si Virgo dari dekat. Besar dan panjang. 268 m begitu tertulis di websitenya. Bagaikan hotel terapung.

Di dermaga sudah menunggu belasan bus untuk menuju tempat tujuan masing-masing. Pasang stiker yang diberikan di baju dan jangan lupa bawa receipt yang diberikan saat melakukan pendaftaran. Receipt ini akan diminta oleh tur guidenya….. dimana ternyata receipt tersebut ternyata saya tinggal di kamar. Hehehe… untung tur guidenya pengertian.

Penang. Pulau berbentuk seperti kura-kura. Saya sampai disana hari Rabu. Hari bebas kantong plastik. Begitulah kata si tur guide. Gedung kembar juga ada disini walaupun itu bukan menara petronas. Kota yang klasik namun juga modern. Tampak tertata rapi, namun terkesan kuno bagaikan kawasan kota pada beberapa bagian yang saya lewati.

Perhentian pertama adalah di Kompleks Queensbay Mall. Seperti mall di Jakarta pada umumnya. Mungkin bisa dikatakan mirip dengan Margo Depok namun lebih panjang dan jauh lebih panjang. Dari kompleks ini terlihat Penang Bridge, jembatan penghubung pulau penang dengan pulau utama malaysia. Karena waktu yang diberikan sangat terbatas, kurang dari 1 jam, sayang sekali saya tidak sempat memotonya.

Selanjutnya bus travel berhenti di Tean Ean Local Product, toko yang menjual makanan lokal Penang untuk dibawa sebagai oleh-oleh. Dari dodol sampai sejenis kue nastar yang isi dalamnya langsung lumer begitu dikunyah.

Perhentian terakhir di Penang adalah di rumah coklat, the Chocolate Boutique. Lumayan bagi yang ingin mencicipi coklat tanpa harus membeli seperti saya. hehe… Ada berbagai jenis coklat yang ditawarkan disini. Untuk coklat yang membawa embel-embel nama Malaysia atau Penang tentu saja harganya menjadi lebih mahal. Disebelah butik coklat ini terdapat foodcourt luas yang menjual berbagai macam makanan khas Penang.

Saya melewatkan kesempatan ini. Saya ingin melihat-lihat lingkungan sekitar. Saya dan istri berjalan ke perempatan. Belok ke kiri, terdapat kuil dengan ornamen naga di gerbangnya. Sayang sekali saya tidak mengerti arti tulisan di gerbang tersebut. Lalu dari kuil tersebut saya kembali menuju perempatan. Lurus kearah jalan besar. Lalu belok kiri. Terdapat jejeran toko-toko. Saya teringat kota-kota seperti di Malioboro tempo dulu namun dengan ruang pejalan kaki yang lebih lebar dan tanpa sampah berserakan. (Ooh Indonesiaku…kapan kamu akan berbenah?). Saya juga tidak lama disini. Segera kembali ke area parkiran butik coklat. Saya termasuk penumpang terakhir datang ke bus. Tur guidenya sudah terlihat panik. Haha.. maaf ya.

Sesampai di dermaga kira-kira jam 18.00. Siapkan kartu pass karena kru TC akan mengeceknya sebelum memperbolehkan penumpang masuk. Ke kamar. Mandi. Ganti baju. Saat itu kira-kira sudah sekitar jam 19.00. Saya segera menuju Mediterranean Buffet. Olala… mengapa tidak ada makanan yang disajikan? Ternyata hari ini ada pesta barbeque di sisi kolam renang. Saya segera kesana. Makanan yang disajikan memang agak berbeda. Lebih bervariasi dan hari ini tampaknya tidak perlu menunjukkan kartu pass.😀

Setelah itu saya menyempatkan diri untuk berjalan-jalan di pertokoan lantai 8. Banyak aksesoris unik dan lucu disini, namun saya urung beli karena memang tidak ada yang cocok. Di lantai ini juga terdapat Gallery.  Area foto-foto penumpang dipajang. Bisa dimiliki, namun harganya termasuk mahal untuk saya. Turun kebawah melihat tempat gambling… (sebaiknya cukup dilihat, jangan sampai ikut serta), Out of Africa, umumnya berisi mesin jackpot, sementara disisi sebelah dalam, Oasis, terdapat permainan kartu. Lebih dalam lagi, Grand Oasis, hanya untuk tamu undangan. Mungkin untuk yang berjudi dengan nilai besar….dont care-not interested-forbidden for me.

Berkeliling kapal pesiar sepanjang 268 m ini cukup melelahkan. Ditambah lagi dengan perjalanan siang tadi di Penang. I’m tired. Saatnya tidur. Tommorow i’m going to visit phuket. It’s time to recharge my “battery”. Saatnya menuju kamar 9007 yang nun jauh disana…

 

 

aha.. maaf ya.
 
2 Comments

Posted by on March 14, 2011 in jalan-jalan

 

Tags: , , , ,

2 responses to “The Cruise – Penang (day 2)

  1. vIP

    March 22, 2011 at 21:15

    nice trip oom🙂
    betewe balik ke indonesia kapan tuh!?

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: