RSS

Film asing akan distop dari peredaran?

23 Feb

Pajak film naik! Kabar berikut adalah tidak akan ada film impor yang masuk ke indonesia! Wah terkaget-kaget saya mendengar berita ini. Respon pertama saya adalah; ‘wah ini main-main, bohong niih.’ Lalu setelah membaca sepihak saya cenderung menyalahkan bidang perpajakan pemerintah; ‘Wah ini bagaimana sih dirjen pajak? Pajak yang ada saja tidak jelas digunakan untuk apa, sarana-prasarana gak jelas, kok malah mau menambah pundi-pundi kekayaan lagi. Kan lebih baik diatur dulu dengan benar yang sudah ada dan diberikan pertanggungan jawab ke masyarakat aliran pajak yang diterima.’

Tapi seiring waktu, saya juga sadar kalo pendapat kedua saya itu adalah emosi belaka tanpa dasar yang jelas. Toh saya hanya rakyat biasa, bukan anggota DPR ataupun MPR, maupun anggota masyarakat yang terhormat lain yang memang urusannya mengusut kemana  larinya pajak yang diterima negara. Toh ada KPK dan saya percaya mereka bekerja dengan baik. Dan saya juga percaya jika pajak yang diterima sebagian buesaaar masih bisa dipertanggungjawabkan dan dipergunakan dengan benar, jika tidak KPK pasti sudah teriak-teriak super keras.

Beberapa info yang pernah saya baca, dengar dan lihat bahwa pajak per 1 kopi film hanya kira-kira 2 juta dan saya lihat bung Deddy Mizwar salah satu tokoh perfilman tanah air justru tampaknya mendukung keputusan pemerintah untuk menaikkan pajak, membuat saya berpikir ulang. Ini sebenarnya yang mau mengarah ke arah yang benar itu siapa? Yang berusaha untuk dewasa itu siapa?

Berikut saya kutip dari vivanews dan republika:

VIVAnews– Pemerintah tidak menghiraukan ancaman importir film Hollywood, yang memutuskan tidak mengedarkan film Amerika. Pemerintah tetap akan mengenakan pajak atas film impor lebih tinggi dari sebelumnya. Kenaikan biaya itu dikarenakan pemerintah mengenakan pajak terhadap royalti dan bagi hasil.

“Tidak terdapat kebijakan atau peraturan baru terhadap film impor dan tidak ada kenaikan tarif bea masuk,” ujar Direktur Teknis Kepabeanan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Heri Kristiono dalam Keterangan Pers di Kantor Pusat Bea Cukai, Jalan Ahmad Yani, Jakarta, Senin, 21 Februari 2011.

Menurut Heri, pengenaan penambahan royalti ke dalam nilai pabean film impor sudah sesuai dengan WTO valuation Agreemennt yang sudah diverifikasi dengan UU Nomor 7 Tahun 1994 dan diadopsi pada UU Nomor 10 Tahun 1995 yang telah diubah dengan UU  Nomor 17 Tahun 2006 tentang kepabeanan yang mengatur tentang nilai pabean.

Heri juga menegaskan tidak ada kenaikan tarif bea masuk. Selama ini film impor diklasifikasikan dalam HS Code 3706 dengan pembebanan tarif Bea Masuk (BM) 10 persen, PPN Impor 10 persen, dan PPh pasal 22 impor 2,5 persen.

——————————————————————————————————————————–

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Produser film nasional Deddy Mizwar menyatakan protes Motion Pictures Association (MPA) terhadap pajak dan bea masuk impor film di Indonesia terlalu mengada-ada.

Menurut pemeran tokoh Nagabonar ini ada upaya untuk mengadu domba antara masyarakat penonton film asing dan pemerintah yang berniat untuk merevisi aturan bea masuk atas hak distribusi impor film asing.

”Sebenarnya sampai saat ini masih belum ada sikap resmi dari pihak MPA tetapi kenapa kita sudah ramai mempermasalahkannya,” kata Deddy, Ahad (20/2) di Jakarta.

Namun jika melihat dari sisi pajak yang diberlakukan antara impor film asing dan produksi film nasional sangat tidak adil. Deddy mengatakan untuk mengimpor film asing itu biayanya sangat murah dibandingkan pajak yang diberikan kepada film Indonesia yang belum sampai diedarkan.

”Sebagai contohnya saja, dari biaya produksi sebuah film nasional yang mencapai Rp5 miliar maka pajak yang harus kita keluarkan untuk semua komponen produksi film itu bisa mencapai Rp500 juta. Sedangkan pajak yang diterima buat sebuah film impor itu satu kopi hanya Rp2 juta saja,” kata Deddy, menjelaskan.

Sebaliknya di Thailand, kata Deddy, penerimaan pemerintah dalam bentuk pajak untuk setiap kopi film asing itu nilainya bisa mencapai Rp30 juta. Sementara di Indonesia, sejauh ini belum ada laporan resmi tentang jumlah penonton dan penerimaan terhadap film asing yang diputar di bioskop-bioskop nasional.

Untuk itu Deddy sangat mendukung kebijakan pemerintah. ”Pemerintah harusnya bisa tegas untuk menerapkan aturannya. Tak perlu ragu,” katanya.

Sudah adakah pernyataan resmi dari produsen film asing? Berdasarkan berita yang saya baca film asing akan ditarik peredarannya mulai 17 Februari 2011, walaupun demikian film-film tersebut masih beredar sampai saat ini (23 Februari 2011) walaupun belum ada film yang baru.

Jika memang demikian adanya, bagi saya, tingkah laku para produsen film asing bagaikan anak kecil yang biasa dimanja. Bagaikan anak yang biasa ditemani ibunya dan ngambek saat akan ditinggalkan untuk belajar disekolah. Bandingkan pendapatan yang mereka peroleh dengan pajak yang dibayarkan. Untuk yang paling murah tiket per orang 25 ribu. Anggaplah 50 orang per sekali pemutaran maka akan didapat 1,25 juta. Dalam sehari misalkan 4 pemutaran, maka sehari akan mendapat 5 juta. Kalau masa beredar film selama satu minggu, 7 hari, maka akan didapat pendapatan kotor sekitar 7 x 5 juta = 35 juta. Itu hanya dari 1 studio bioskop, dan belum termasuk harga yang naik sabtu-minggu. Dibandingkan pajak film indonesia yang sekitar 20% seperti yang dikemukakan Hanung? Rasanya memang tak sebanding. Mungkin awalnya Hanung tidak ada maksud menyinggung masalah film asing, namun bagaikan adik dan kakak, dalam pembahasannya ternyata film nasional tak bisa dipisahkan dengan film asing.

Maka, wajarkah jika pemerintah berusaha meluruskan hal ini? Wajar! Sangat wajar dan semoga kewajaran ini ditindaklanjuti dengan baik dan benar yaitu dengan menyalurkan pajak untuk digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat dan dunia perfilman indonesia!

 
5 Comments

Posted by on February 23, 2011 in sinema

 

Tags:

5 responses to “Film asing akan distop dari peredaran?

  1. Oom pimpah as varioputiih

    February 23, 2011 at 17:21

    jangan remehkan Indonesia loh. wong helm internasional aja rela di emboss SNI kok🙂

     
    • jakatimur

      February 23, 2011 at 20:36

      betul mas bro, helm kita memang beberapa sudah bagus mutunya, beberapa so-so lah, dan yang lainnya hehe…. untuk kyt, nhk, saya rasa mereka kualitasnya bisa dibilang salah satu yang teratas untuk helm indo.

       
      • jakatimur

        February 23, 2011 at 20:37

        omong2 ini di bagian perfilman kok malah ngomongin helm ya…😀

         
  2. Rudy Biker

    February 26, 2011 at 07:28

    wahhh jadi g bisa lihat spiderman dooonnkkk…..!!”lebay.com”

     
    • jakatimur

      February 26, 2011 at 19:31

      waah iya! betul bro. saya juga lagi nungguin batman yang berikutnya nih.😡

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: