RSS

Begini lho rasanya naik busway (di Harmoni)

12 Feb

Lho judulnya sama? Ya karena naik busway (Transjakarta=TJ) ini jadi suatu pengalaman unik bagi saya. Kemarin saya pulang kantor transit di Harmoni. Dengan tujuan transit di grogol saya mempunyai 2 pilihan antara naik arah Kalideres atau Lebak Bulus. Astaga, ternyata antrian TJ jurusan Lebak Bulus bersaing dengan jurusan Kalideres. Bedanya adalah untuk kalideres berjejer 4 baris sedangkan Lebak Bulus hanya 2 baris.

Karena beberapa hari sebelumnya antrian menuju Lebak Bulus kosong dan saya selalu mendapat tempat maka saya memilih bus ini. Toh tujuan akhir penumpang Lebak Bulus adalah Harmoni, beda dengan Kalideres yang masih sampai ke Pasar baru.

Apa boleh dikata ternyata bus arah Kalideres-lah yang berkali-kali lewat. Ibaratnya sudah di overlap berkali kali dalam suatu balapan. Mau pindah antrian? Halah2x ternyata di belakang maupun di antrian Kalideres sudah tumbuh ekor 2x lipat….😀. Terpaksalah saya dan ratusan penumpang lainnya tetap setia menantikan kedatangan bus kacang g@ruda ini. Akhirnya setelah menunggu sekitar 1 jam saya dapat juga menikmati bus TJ yang ber AC walaupun harus bergelantungan di dalam bus yang penuh sesak.

Inilah akibatnya jika pemerintah mengeluarkan kebijakan yang sepihak. Ya! sepihak! Karena tidak ada kebijakan untuk mengimbangi kebijakan ini. Bus TJ adalah konsep bagus. Sayangnya pemerintah tidak membatasi jumlah kendaraan selain bus TJ khususnya mobil pribadi(yang kedua motor pribadi) yang beroperasi di jalanan ibukota. Ini bukan karena saya seorang biker, tetapi karena analisa saya berdasar dimensi mobil dan motor. Bayangkan dengan dimensi panjang x lebar mobil cukup untuk 6 atau 8 motor. Jika dilihat kerumunan motor memang begitu banyak namun jika disuruh berbaris kerumunan itu ekornya tak akan sepanjang ekor kerumunan mobil. Dan hal ini perlu didukung kebijaksanaan lain (maaf maksud saya peraturan), andaikata setiap parkir mobil dikenakan tarif 50 ribu perjam dan parkir2 tak resmi ditiadakan maka orang akan berpikir dahulu sebelum menggunakan mobilnya.

Jujur, secara pribadi saya lebih akan memilih busway untuk pilihan transportasi saya andaikan keteraturan jadwal bus dapat dijaga.

 
Leave a comment

Posted by on February 12, 2011 in umum

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: